Minggu, 25 Desember 2022

Liburan Cara Aku, Birthday Trip Bareng Traveloka


 "Karena dalam setiap perjalanan, aku selalu menemukan kenangan dan pelajaran." -fadillamira


First Birthday Trip

Januari 2020

Jadi, perjalanan ke Jakarta di januari 2020 adalah perjalanan pertama yang benar-benar aku rencanakan sendiri untuk menghadiahi diriku sendiri atas segala pencapaian. Sebenernya ditahun-tahun sebelumnya aku juga sudah memiliki ide untuk itu. Namun, karena pekerjaan yang belum mapan dan keuangan yang belum siap, jadi segala rencana belum bisa dijalankan. Nah, di akhir tahun 2019 aku merasa uang yang aku kumpulkan sudah cukup dan aku bisa merealisasikan short trip untuk kado di hari ulang tahunku yang jatuh di bulan Januari.

Hari itu tanggal 31 Desember 2019, aku berangkat ke Jakarta menggunakan kereta. Jelas, tiket kereta aku booking beberapa hari sebelumnya dan menggunakan aplikasi Traveloka. Aplikasi Traveloka memang sangat membantu untuk melakukan pemesanan tiket apapun. Kereta berangkat tepat pukul 9 malam. Perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta menempuh waktu kurang lebih 8 jam. Pagi hari sekitar jam 5, kereta sudah sampai di stasiun Pasar Senen. 

Nah, kesalahan dari tripku ini adalah aku lupa belum membeli tiket hotel untuk menginap. Sesampainya di Stasiun, langsung saja aku membuka aplikasi Traveloka untuk membooking hotel. Perjalanan kali ini aku mengestimasi 5 hari. Satu hari berangkat, tiga hari main, dan satu hari pulang. Dari aplikasi Traveloka, aku mendapatkan penginapan di sekitar Mampang. Langsung saja aku mencari halte TransJakarta terdekat dan segera menuju ke penginapan. Sampai penginapan, bersih-bersih dan istirahat. Malamnya, aku berencana keluar untuk bertemu dengan seorang teman dan menikmati pemandangan Jakarta di malam hari. Namun, tidak sesuai dengan rencana, ternyata di depan penginapan, jalanan terendam banjir. Akhirnya, kami menunda ketemu dan aku menghabiskan sisa hari di penginapan.

Hari pertama. Pagi hari hal yang aku lihat terlebih dahulu adalah jalanan. Aku memastikan apakah banjir sudah hilang atau masih menjebak. Dan ternyata banjir sudah surut dan jalanan sudah bisa dilewati. Karena temanku hari itu tidak libur, maka aku memutuskan untuk jalan-jalan keliling Jakarta terlebih dahulu baru nanti malamnya bertemu dengan temanku. Setelah siap-siap aku segera menuju ke halte terdekat dan menunggu TransJakarta arah S.Parman. Ya, tujuan pertamaku adalah tiga Mall favoritku di Jakarta, Central Park, Taman Anggrek, dan Neo Soho. Entah sejak kapan tiga mall itu menjadi tempat yang harus selalu aku kunjungi setiap aku ke Jakarta. Hingga hampir petang, aku berkeliling tiga mall tersebut. Sampailah pada waktu aku harus bertemu dengan temanku, kami bersepakat untuk bertemu di Thamrin10. Temanku bilang itu semacam food court dan baru saja dibuka di Jakarta. Menggunakan TransJakarta, aku menuju ke tempat itu. Aku menghabiskan malam itu di Thamrin10 dengan temanku.

Hari kedua. Karena lelah, hari kedua aku bangun agak siang. Setelah bangun dan bersiap-siap aku segera menuju ke halte dan menunggu TransJakarta arah monas. Ya, hari kedua destinasiku adalah ke Monas. Meskipun panas disiang bolong, aku sangat menikmati monas. Setelah berkeliling monas, aku memutuskan untuk singgah di masjid Istiqlal juga. Selain itu aku juga melihat pembangunan projek FormulaE, saat itu. Karena sudah bingung mau kemana lagi, akhirnya aku berkeliling Jakarta menggunkan TransJakarta hingga malam.

Hari terakhir. Masih ada satu tempat favoritku di Jakarta yang harus aku kunjungi, yaitu Mcd Sudirman. Benar, itu mungkin jadi saat terakhir aku kesana, karena tahun 2021 kemarin, Mcd Sudirman sudah diberhentikan pelayanannya. Sedih sih, tapi tidak mengapa, aku cuma harus mencari tempat duduk favorit lagi di tempat yang lain. Hari terakhir di  Jakarta aku habiskan dengan hanya duduk-duduk di Mcd. Memang hobiku duduk melihat orang-orang disekitar beraktifitas. Malam harinya, ketika sampai di penginapan, aku lupa ternyata aku belum membeli tiket untuk pulang. Langsung saja aku membuuka aplikasi Traveloka dan mencari tiket pulang ke Jogja. Dan ternyata tiket kereta sudah habis terjual. Akhirnya aku membeli tiket Bus untuk pulang ke Jogja. 

Pagi harinya, setelah melakukan checkout dari penginapan, aku segera menuju ke pol DayTrans di Pulo Gadung. Setelah verifikasi tiket, ternyata aku mendapatkan bonus powerbank dari Traveloka. Wah aku sangat senang, karena memang sebenarnya setelah pulang ke Yogyakarta, aku berencana membeli powerbank untuk perjalanan-perjalanan berikutnya. 



Perjalanan ke Jakarta ini sangat berkesan buat aku, karena ini perjalanan pertama yang aku rencanakan sendiri dan bisa aku realisasikan. Selain itu juga ini adalah perjalanan pertama yang aku lakukan degan uangku sendiri. Aku sangat berterimakasih dengan Traveloka, selain banyak bonus, banyak potongan, Traveloka sangat membatu dalam hitungan detik. Terimakasih Traveloka sudah menemani perjalanan Birthday Trip-ku 2020. 


Itinerary Birthday Trip 2023

Setelah dua tahun negeri ini diterpa pandemi covid dan akhirnya tahun depan sudah bisa melakukan perjalanan lagi, aku mulai merencanakan Birthday Tripku lagi. Kali ini tempat yang aku pilih masih sama yaitu Jakarta. Kenapa Jakarta? Karena aku suka Jakarta. Menurutku Jakarta adalah kota paling menyenangkan untuk dijadikan tempat berlibur. Aku si paling introvert ini sangat senang berkeliling Jakarta. Karena di Jakarta aku bisa diam di dalam keramaian.

Sekarang domisiliku sudah tidak di Yogyakarta lagi. Aku diterima kerja dan penempatan di Palu, jauh sekali ya. Namun jarak tidak membuatku redup untuk merencanakan Birthday Trip ini. Belajar dari Birthday Trip tahun lalu yang kurang persiapan, tahun ini aku mempersiapkannya dengan baik. Karena sekarang aku sudah bekerja dan tidak bisa berlibur sesuka hati, maka aku memutuskan untuk mengambil cuti. Perjalanan yang aku rencanakan adalah 5 hari, satu hari berangkat, tiga hari di Jakarta, satu hari perjalanan pulang. Tentu saja bersama Traveloka aku merencanakan perjalanan ini. 

Berikut ini itinerary Birthday Tripku

Hari Pertama

-Perjalanan Palu-Jakarta

Aku mencari tiket dari Palu ke Jakarta. Setelah melihat jadwal di aplikasi Traveloka, aku memutuskan untuk memilih jadwal penerbangan paling pagi. Aku pikir nanti aku masih punya sparetime untuk istirahat di hotel kalau capek diperjalanan.














-Check In Hotel

Ada satu hotel model hotel kapsul yang mencuri perhatianku waktu aku membuka aplikasi Traveloka. Sepertinya aku harus mencoba hotel itu. 


Hari Kedua

-Dufan

Nah ini wishlist hadiah liburan untuk ulang tahunku. Dari kapan hari aku pengen banget menghadiahi diriku sendiri tiket dufan. Pokoknya main point dari Birthday Tripku adalah Dufan. Kado untuk diriku sendiri yang sudah berjuang kelelahan selama setahun. Untuk diriku yang tidak pernah menyerah dan selalu bangkit ketika terjatuh. Aku harus memainkan semua permainan didalam Dufan. Itu wishlist ulang tahunku dan untung saja di Traveloka aku bisa beli tiket Dufan dengan mudah.






Hari Ketiga

-Iceskating

Ini salah satu keinginanku juga. Di Palu tidak ada tempat untuk bermain iceskating. Meskipun aku juga belum bisa mainnya, tapi selalu seru melihat orang-orang bermain iceskating. Nah di aplikasi Traveloka, aku ketemu tempat main iceskating yaitu di Bintaro Jaya  Xchange Mall. Sementara aku di Jakarta, aku tidak akan menyiakan waktu, aku mau bermain iceskating.

-Jakarta Aquarium

Jakarta Aquarium ini juga jadi salah satu tempat yang pengen banget aku kunjungi. Di tahun 2020, waktu aku ke Jakarta, tempat ini masih dalam pembangunan. Sejak saat itu aku sangat penasaran dengan tempat ini. Ketika aku mengecek aplikasi Traveloka, aku juga menemukan bisa membeli tiket Jakarta Aquarium melalui Traveloka. So, aku harus ke tempat ini juga di Birthday Tripku.

-Central Park, Taman Anggrek

Masih selalu sama, Central Park, Taman Anggrek, dan Neo Soho adalah tiga mall yang akan aku kunjungi kalau aku ke Jakarta. Jadi, di Birthday Tripku ini aku juga harus menyiapkan waktu untuk mengunjungi mereka. 



Hari Keempat

-Ragunan

Salah satu hewan kesukaanku adalah Macan. Setelah melihat di Aplikasi Traveloka, kebun binatang yang paling memungkinkan untuk aku kunjungi dan melihat macan adalah Ragunan. Selain karena mudah dijangkau, di Traveloka juga sudah menyediakan tiketnya. Semudah itu aku bisa mengakses tiket ragunan, jadi aku akan melihat macan di Birthday Trip ini.

-Mencari Tempat pengganti Mcd Sudirman

Karena Mcd Sudirman sudah tidak ada, jadi di malam terakhirku di Jakarta aku akan mencari tempat nyaman seperti mcd sudirman untuk berefleksi diri diam ditengah keramaian. Nanti kalau tempatnya ketemu akan aku jadikan tempat refleksi setiap tahun.



Hari Kelima

-Perjalanan Jakarta-Palu

Setelah lelah, hal yang bisa dilakukan adalah pulang. Perjalanan pulang, aku mengambil penerbangan pagi agar sorenya masih bisa beristirahat di Palu.









Itu dia rencana Birthday Tripku tahun ini. Simpel tapi aku yakin bisa membuat banyak kenangan dan pengalaman. Tentu saja semuanya karena ada Traveloka. Bayangkan saja jika tidak ada aplikasi sehebat itu, yang bisa membantu menemukan apapun dalam hitungan detik, perjalananku pasti tidak akan semudah dan semenyenangkan itu. Promo-promo menarik juga jangan lupa dicek dan digunakan. Traveloka memang yang terbaik. 

So, jangan lupa buat rencana perjalananmu sendiri, ikuti kata hati, dan rencanakan bersama Traveloka #LifeYourWay

Ayo jo, temani saya keliling Indonesia bersama Traveloka!


-fadillamira-

Minggu, 14 Agustus 2022

Di Palu Aku Mendengar Alam Bernyanyi

 "Gunakan telinga, hati. Cobalah dengar nyanyian kami. Bayangkanlah hidupmu. Bila tak ada kami." #DengarAlamBernyanyi


Hari itu di suatu tempat yang baru pertama kali aku injakkan kaki di atasnya. Seumur hidupku, baru pertama kali aku pergi meninggalkan tanah kelahiran untuk jangka waktu yang akan sangat panjang. Keraguan sangat menghantui diawal-awal aku berkemas. Banyak pertanyaan bergelantung di angan. "Apa bisa aku nanti hidup disana?" "Apa bisa aku nyaman disana?" "Apa bisa aku berada disana dalam jangka waktu yang lama?"

Salah satu keresahanku meninggalkan Jogja adalah alamnya. Dimana setiap pagi aku bisa melihat Merapi dan Merbabu bercengkrama dengan awan dan kabut-kabutnya. Lalu saat senja aku bisa mencari batasan antara langit dan laut di selatan. Awalnya aku benar-benar takut kehilangan tempat seindah Jogja. Siang yang panaspun di Jogja masih bisa melihat hamparan langit yang biru dengan awan yang saling berkejaran. Ya, aku sangat mencintai pemandangan alam ini. Sejak terlahir di kota Jogja, dan akhirnya beranjak tumbuh usia, aku beberapa kali mengelilingi beberapa kota di Indonesia ini. Dan, ya, Jogja masih menjadi tempat dengan alam yang terbaik. Aku masih bisa menemui sawah, hutan, laut, gunung, dan segala pemandangan alam yang luar biasa. 

Ini pertama kali merantau dan jauh, doaku selalu sama beberapa bulan sebelum berangkat... "Setidaknya ada alam yang bisa membuatku jatuh cinta di sana."




Pemandangan pertama yang aku lihat dari atas langit. Indah. Saat itu aku mulai tersenyum membayangkan keindangan alam di sana. Terlihat sebuah pulau yang berisi pohon-pohon rimbun. Ditengah birunya air laut terdapat setitik pulau dengan pohon-pohon indah menetap didalamnya. "aku akan kesana" pikirku saat itu. Seketika juga aku mulai menyadari bahwa aku tidak akan kebosanan dengan keadaanku di kota ini nanti.

Hari pertama di sebuah kota yang baru pertama juga aku melangkahkan kaki, Palu. Pukul enam pagi. Aku berjalan keluar rumah kosan. Niat hati aku ingin mengenal lingkungan sekitarku sambil mencari makan pagi. Aku berjalan sedikit jauh ke arah jalan raya. Senyumku sedikit demi sedikit mengembang kembali. Baru juga beberapa langkah aku berjalan, aku menemukan satu hal yang membuatku mulai mencintai kota ini, pemandangannya. Biru. Nyata. Hijau. Terbentang. 

Beberapa hari selanjutnya, setelah hilang jetlag dan rasa lelah. Aku memberanikan diri untuk menjelajah kota Palu ini. Kecintaanku pada alam sedikit meronta mengajakku untuk segera mencari tempat untuk batinku berdiam diri. Ketenangan dan kesejukan, ya aku mencarinya. Suatu pagi setelah sholat subuh, aku berjalan lurus ke barat. Mencari pemandangan yang aku lihat setiap pagi. Bukit hijau yang sangat indah dengan awan-awan menemaninya. Semakin jauh kebarat, semakin jalan yang kulalui menanjak. Perlahan aku merasa sudah berada di dataran yang lebih tinggi. Ternyata bukan hanya aku. Ada beberapa orang berhenti di tempat seperti taman berukuran kecil. Mereka melihat kearah berlawanan. Seketika aku memalingkan wajah dan menghadap ke sana. Luar biasa. Ada bukit lain di seberang. Indah dan sangat indah. Matahari perlahan muncul dari baliknya. Luar Biasa. 


Suatu sore yang melelahkan setelah aktivitas seharian, aku meluangkan waktu untuk mencari kembali tempat yang dapat aku jadikan ruang bercerita. Berjalan kearah yang sebelumnya aku tidak pernah kesana. Aku menemukan tempat yang sangat indah. Laut, Langit, dan Pohon bercengkrama pada satu lingkup. Sudah jelas ini akan benih-benih cintaku pada kota Palu semakin berkembang. Kota yang awalnya menjadi satu ketakutan padaku menjadi satu kota yang bisa membuatku jatuh cinta. 


 

Palu, Sulawesi Tengah.

Kota ini berada diantara dua buah bukit dengan pohon-pohon berdempetan tumbuh di setiap bukitnya. Ketika berada di tengah kota, kemanapun memandang, bukit akan menjadi satu pemandangan yang pasti dijumpai. Semenjak menginjakkan kakiku pertama kali di sini aku merasa Palu diciptakan Tuhan dengan ribuan pesona alamnya. Tidak perlu berjam-jam untuk menuju bukit. Tidak perlu mencari-cari waktu untuk menikmati pesona hutan yang rindang. Di kota ini masih terdapat gunung berapi yang aktif dan memang provinsi Sulawesi Tengah ini ditutupi oleh pegunungan dan kerucut vulkanik. Sehingga ketika berada di tengah kota Palu akan sangat terlihat bagaimana pegunungan dan kerucut vulkanik mengelilingi kota ini. Sangat Indah. 

Menurut komunitas Perkumpulan Imunitas Sulawesi Tengah, Hutan di sini memiliki luas kurang lebih 6 hektar. Hutan di Sulawesi Tengah bukan hanya bermanfaat untuk flora dan fauna saja, namun didalamnya juga ada masyarakat adat yang hidup. Masih banyak sekali suku-suku yang hidup di dalam hutan di Sulawesi Tengah ini. Salah satunya adalah Tau Taa Wana Posangke, yang merupakan komunitas adat yang masih tinggal di lembah dan bukit sepanjang aliran Sungai Salato yang berada di Kabupaten Morowali Utara. Komunitas ini hidup sangat bergantung dengan hutan. Mereka memiliki pola tata guna lahan sendiri yang mereka gunakan untuk hidup secara turun temurun agar hutan tempat mereka tinggal tetap terjaga dan berkelanjutan. Orang Wana Posangke adalah komunitas adat yang sangat kuat dalam mempertahankan hutan tempat mereka hidup. Mereka akan terus berusaha mempertahankan hutannya untk tetap hidup dan menghidupkan hutan tempat mereka tinggal.

Selain itu, di Sulawesi Tengah ini memiliki danau terbesar ke tiga di Indonesia yaitu Danau Poso. Danau Poso memiliki kedalaman tiga kali lipat dari pada Laut Jawa. Danau Poso menjadi tempat hidup ratusan spesies ikan yang unik dan hampir punah. Selain itu juga memberikan persediaan air bagi masyarakat di sekitar. Dalam kehidupan di danau ini juga, Hutan memiliki peran penting untuk menjaga kualitas tanah dan aliran airnya. 

Namun sayangnya dari informasi yang beredar, hutan di Sulawesi telah rusak dan menggundul. Provinsi Sulawesi Tengah terus kehilangan sedikit demi sedikit hutan setiap tahunnya. Hal ini terjadi karena beberapa persen lahan dialokasikan untuk menjadi tempat pertambangan dan ada juga yang dikonversi menjadi perkebunan. Selain itu karena adanya konversi budidaya, banyak hutan bakau di Sulawesi ini digunduli. Penebangan hutan sangat merugikan karena memiliki konsekuensi terhadap kesehatan ekosistem dan keanekaragaman hayati. 


Dari Palu Aku Merasakan Manfaat Pohon

Dulu aku pikir pelajaran tentang manfaat pohon untuk dunia itu hanya formalitas saja. Namun setelah aku berada di kota ini aku merasa banyak manfaat dari pohon-pohon yang tumbuh di sekitar kita. Beberapa hal yang aku rasakan sendiri dari manfaat banyaknya pohon dan hutan:

Udara menjadi sejuk. Palu termasuk kota yang sangat panas karena terik matahari. Namun karena kondisi Palu yang berada di antara dua bukit dan laut, Udara di sini menjadi sangat sejuk. Aku merasa setiap tarikan nafas selalu diikuti dengan kelebihan oksigen. Aku juga merasa di sini tidak ada polusi udara meskipun banyak kendaraan berlalu lalang. Pikirku itu karena Pohon yang banyak dapat mengikat banyak karbondioksida dan merubahnya menjadi oksigen untuk diedarkan. Sehingga udara di sini terasa sangat sejuk meski matahari terik. 

Langit menjadi cerah. Selama hampir tiga bulan aku berada di kota Palu ini, aku belum pernah menemui langit gelap dan bercampur polusi. Di sini setiap hari langit berwarna biru cerah dan sangat indah didampingi awan-awan putih. Ini menjadi satu poin plus untuk aku menjadi lebih cinta dengan Palu. Langit yang cerah kemungkinan tejadi karena tidak adanya polusi udara karena banyak pohon yang dapat menarik karbondioksida dan merubahnya menjadi oksigen.

Tempat hidup satwa. Di sepanjang jalan jalur Pegunungan Kebun Kopi, transulawesi, Sulawesi Tengah, aku menemui banyak sekali monyet hitam berjejer di pinggir jalan. Monyet-monyet tersebut turun dari pegunungan setiap pagi. Hal tersebut juga menjadi keunikan tersendiri bagi pengendara yang melewati jalan itu. Banyak pengenendara yang berhenti untuk sekedar melihat monyet-monyet tersebut. Ada juga yang berhenti untuk membagi pisang atau makanan untuk satwa itu. Berkat hutan di pegunungan kopi, monyet-monyet hitam tersebut masih memiliki rumah dan hidup berkembang biak. Mungkin masih banyak lagi satwa-satwa yang hidup di dalam hutan di pegunungan yang ada di Sulawesi Tengah ini. Semoga mereka akan tetap dapat hidup dan berkembang biak dengan baik. 

Obat mental health. Jaman sekarang, anak-anak muda sering mengucapkan kata-kata "Mental Health" dan untuk menyembuhkannya dibutuhkan "Healing" begitu kata mereka. Kata healing sendiri jika diterjemahkan berarti penyembuhan. Jadi bisa disimpulkan bahwa healing adalah penyembuhan untuk penyakit mental. Anak-anak muda sekarang ini menyebut jalan-jalan menyusuri alam itu dengan nama healing. Memang benar sekali, hanya sekedar melihat alam, pepohonan, lautan, dan pemandangan lainnya sudah mampu mengobati penyakit mental. Pohon-pohon hijau dengan suara-suara satwa didalamnya dapat membuat hati tenang. Di Palu, banyak sekali pegunungan dengan ribuan pohon yang dapat dikunjungi untuk menyembuhkan stress yang aku rasakan, salah satunya di bukit Papandaeng. Jika berangkat sebelum subuh, dibukit tersebut dapat terlihat matahari terbit dan kabut yang perlahan menghilang. Menuju matahari meninggi, akan terlihat lautan yang kehilangan kabut sebagai selimutnya. Dijamin perasaan gundah, stres, dan penyakit mental lainnya akan hilang seketika. 



Kerusakan Hutan di Sulawesi Tengah

Dari pelajaran sewaktu sekolah dulu, yang paling aku ingat, kerusakan hutan selalu diakibatkan oleh pembakaran hutan dan penambangan. Sampai aku sebelum pindah ke kota Palu ini, aku masih merasa itu hanya sebatas teori saja. Namun setelah aku berada di sini, di Palu. Aku melihat sendiri, bagaimana pohon-pohon yang menjadi hutan satu persatu ditebang untuk dijadikan lahan pertambangan. Sedih sekali aku melihatnya. Aku tidak bisa membanyangkan bagaimana satwa-satwa didalamnya harus pergi, mengungsi, dan mencari tempat lain untuk tinggal dan berkembang biak. 

Disebuah artikel, aku pernah membaca bahwa sebuah akar pohon menyimpan karbondioksida didalamnya. Ketika pohon tersebut ditebang, maka karbon dioksida dapat memuai dan menyebar diudara. Bayangkan saja jika satu pohon sudah hidup lebih dari lima puluh tahun, berarti pohon tersebut menyimpan karbon dioksida yang sangat banyak. Ketika pohon tersebut di tebang, akan ada penyebaran karbon dioksida yang akan sangat merusak bumi kita ini. Aku tidak bisa membayangkan jika udara akan menjadi sangat langka untuk manusia kedepannya. Atau bahkan untuk mendapat udara harus membelinya suatu hari nanti.

#IndonesiaBikinBangga Indonesia termasuk tiga besar negara yang dijadikan paru-paru dunia. Itu diartikan bahwa Indonesia memiliki andil penting dalam kehidupan manusia di dunia ini. Jika hutan-hutan di Indonesia ini semakin habis, maka bisa dipastikan kehidupan di dunia ini juga akan semakin carut-marut. Ketika udara dan oksigen masih menjadi hal pertama yang dibutuhkan untuk hidup, maka pembalakan liar, pertambangan, dan pembakaran hutan bisa membuat manusia di dunia ini menjadi sedikit waktu hidupnya. Indonesia menjadi salah satu tulang punggung dunia untuk oksigen. Bayangkan saja apabila hutan-hutan di Indonesia ini di tebang dan di ratakan tanah. Aku tidak pernah ingin melihatnya. 


Apa yang Aku Lakukan Untuk Hutan?

Banyak sekali teori-teori yang ada di buku tentang bagaimana cara untuk menjaga hutan. Namun pasti banyak juga orang yang akan berkata itu terlalu sulit. Lalu bagaimana cara yang mudah untuk dapat menjaga hutan kita ini? Ada beberapa hal yang aku lakukan untuk menjaga hutan kita ini.

Menggunakan kertas secukupnya. Sudah beberapa tahun belakangan aku menerapkan hidup papperless. Aku sudah sangat mengurangi penggunaan kertas dan benda-benda lain yang bersumber dari hutan. Pabrik-pabrik pembuat kertas menjadikan pohon sebagai bahan utamanya. Sehingga dengan mengurangi penggunaan kertas akan menjaga hutan kita ini tidak rusak dan habis digunakan untuk industri. Jaman sekarang ini sudah bisa menggunakan teknologi di handphone atau komputer untuk pencatatan, tidak perlu menggunakan kertas lagi. Dengan mengurangi penggunaan kertas, aku yakin dapat membantu melestarikan hutan kita ini. 

Menanam pohon. Pada akhirnya pohon-pohon yang tua harus digantikan dengan pohon-pohon baru yang lebih muda. Sedari kecil, ibuku sudah membiasakan anak-anaknya untuk menanam pohon. Sebulan sekali, aku selalu diajak ibuku untuk membeli benih pohon di pasar. Kebiasaan itu masih terbawa hingga hari ini. Bahkan aku memiliki cita-cita untuk membuat kebun di halaman rumahku nanti. 

Mengunjungi hutan. Berada diantara pohon-pohon tinggi dengan suara-suara burung berkicau masih menjadi tempat yang paling aku sukai. Sesekali di saat senggang, aku menyempatkan diri mengunjungi hutan-hutan yang terjangkau. Tidak harus masuk kedalamnya, cukup berada disekelilingnya saja, menikmati pemandangan dan alam sekitar. Di sana aku selalu merasakan bahwa hutan milik kita ini sangat menakjubkan dan memiliki banyak keindahan dan manfaat yang tak terkira. #HutanKitaSultan

Donasi. Ada beberapa donasi hutan yang pernah aku ikuti. Salah satunya adalah saat ulang tahun kim namjoon BTS. Saat itu penggemar BTS melakukan galang dana untuk penghijauan pohon di Indonesia. Aku mendaftar menjadi salah satu donaturnya. Jenis pohon yang ditanam adalah Pohon Jambu Air dan penanamannya di Awi Poleng, Mekarjaya, Bandung. Alasanku menjadi donatur tidak lain adalah jika bukan kita lalu siapa lagi yang akan menjaga hutan dan alam kita ini? Begitulah. 

Dan sekarang ini baru ada donasi untuk hutan Indonesia milik kita. Tidak perlu mengeluarkan uang untuk donasi ini. Cukup mendengarkan lagu Dengar Alam Bernyanyi yang dibawakan oleh Laleilmanino bersama Chicco Jerikho, HIVI!, dan Sheila Dara Aisha di platform-platform musik yang biasa kalian gunakan, Spotify, Youtube, Apple Music, dan Lainnya. Dengan mendengarkan lagu Dengar Alam Bernyanyi, kita sudah berpartisipasi untuk melindungi hutan di Indonesia dan kita juga menjadi bagian dari #TeamUpforImpact untuk hutan di Indonesia. Masih tidak mau? Coba renungkan kembali, bagaimana hutan sangat membantu kehidupan kita?

Dengar alam bernyanyi!


Satu pesan #UntukmuBumiku dari lagu Dengar Alam Bernyanyi yang harus kita campkan sebagai manusia yang sering mengeluh pada panasnya dunia. 

Bila kau lelah dengan panasnya hari, Jagalah kamu agar sejukmu kembali.


-fadillamira-